Nextgenindonesia.id – Dedi Prasetyo melakukan kunjungan resmi ke kantor Presidency of State Security (PSS) di Kota Riyadh, Arab Saudi, menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 2026.
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas keamanan Arab Saudi dalam memberikan perlindungan kepada jemaah haji asal Indonesia.
Kedatangan Wakapolri disambut langsung oleh Wakil Direktur Intelijen PSS Arab Saudi, Mayjen Abdul Hamid, yang mewakili pimpinan lembaga keamanan tersebut.
Fokus Pengawasan Haji Non-Prosedural dan Penipuan
Kerja sama ini merupakan bagian dari penguatan sinergi Satgas Haji Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Pemerintah terus meningkatkan pengawasan terhadap praktik haji ilegal, penyalahgunaan visa, hingga berbagai modus penipuan yang merugikan calon jemaah.
Satgas Haji Tangani Puluhan Kasus
Sepanjang musim haji 2026, Subsatgas Gakkum Satgas Haji dan Umrah Polri telah menangani 11 laporan polisi dan 21 laporan informasi terkait dugaan pelanggaran keberangkatan haji.
Dari penanganan tersebut, polisi menetapkan 13 tersangka dengan jumlah korban mencapai 320 orang. Total kerugian masyarakat dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp10 miliar.
Puluhan Calon Jemaah Haji Ilegal Dicegah Berangkat
Selain penegakan hukum, Satgas Haji Polri juga melakukan langkah pencegahan terhadap keberangkatan calon jemaah non-prosedural.
Sebanyak 32 warga negara Indonesia diketahui berhasil dicegah berangkat ke Tanah Suci karena menggunakan jalur yang tidak sesuai aturan resmi.
Koordinasi Indonesia dan Arab Saudi Terus Diperkuat
Dalam pertemuan di Riyadh, kedua pihak membahas peningkatan pertukaran informasi serta percepatan penanganan berbagai persoalan yang berpotensi dihadapi jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.
Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa perlindungan terhadap jemaah harus dilakukan sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah berlangsung.
Polri Pastikan Jemaah Haji Indonesia Mendapat Perlindungan Maksimal
Menurut Polri, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan kerja sama internasional yang kuat agar seluruh warga negara dapat menjalankan ibadah dengan aman dan tertib.
Komitmen Perangi Praktik Haji Ilegal
Polri memastikan pengawasan terhadap praktik haji non-prosedural akan terus diperketat. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah dan otoritas keamanan Arab Saudi juga akan terus ditingkatkan demi memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah haji Indonesia.










