Nextgenindonesia.id – Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menandatangani kesepakatan damai dalam waktu dekat. Menurutnya, proses penandatanganan akan berlangsung di Islamabad, ibu kota Pakistan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara via telepon dengan jurnalis Fox News, Maria Bartiromo. Meski begitu, belum ada kepastian waktu detail terkait percakapan maupun jadwal resmi penandatanganan.
Ancaman Trump Jika Kesepakatan Gagal
Peringatan Keras terhadap Iran
Sebelumnya, Trump sempat melontarkan peringatan keras bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, Amerika Serikat akan mengambil langkah ekstrem terhadap infrastruktur vital di Iran. Pernyataan tersebut menambah ketegangan dalam proses diplomasi yang masih berlangsung.
Respons Iran Masih Belum Jelas
Belum Ada Konfirmasi Resmi dari Teheran
Hingga kini, pihak Iran belum memberikan konfirmasi terkait klaim penandatanganan kesepakatan damai tersebut. Informasi dari sejumlah sumber menyebutkan bahwa Teheran masih mempertimbangkan keikutsertaan dalam putaran negosiasi berikutnya, namun belum mengambil keputusan final.
Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa Iran menilai situasi pembicaraan saat ini belum cukup kondusif untuk mencapai kesepakatan.
Delegasi AS Dikirim ke Pakistan
Tokoh Penting Ikut dalam Negosiasi
Trump mengumumkan bahwa Wakil Presiden JD Vance bersama utusan khusus seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner akan berangkat ke Islamabad untuk mewakili Amerika Serikat dalam pembicaraan lanjutan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya diplomatik lanjutan setelah pertemuan sebelumnya yang digelar pada 11–12 April, yang merupakan kontak langsung pertama antara kedua negara sejak hubungan diplomatik terputus pada 1979.
Iran Pertimbangkan Kehadiran dalam Negosiasi
Sinyal Kehati-hatian dari Teheran
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa saat ini belum ada rencana pasti untuk menghadiri pembicaraan terbaru dengan AS. Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa suasana negosiasi belum menunjukkan perkembangan positif.
Selain itu, Iran dikabarkan menjadikan pencabutan sanksi dari Amerika Serikat sebagai syarat utama sebelum melanjutkan dialog lebih jauh.










