
Nextgenindonesia.id – Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan bahwa militer Israel telah melancarkan operasi militer besar yang menyasar ratusan anggota Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon.
Menurutnya, serangan tersebut difokuskan pada pusat komando Hizbullah dan disebut sebagai salah satu operasi paling signifikan sejak aksi militer besar sebelumnya pada tahun 2024. Operasi ini dilakukan secara serentak di sejumlah titik strategis.

Beirut Jadi Sasaran, Warga Berlarian Menyelamatkan Diri
Rentetan serangan udara juga menghantam ibu kota Beirut, memicu kepanikan di kalangan masyarakat. Ledakan terjadi tanpa peringatan, membuat warga yang berada di jalanan berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke berbagai arah.
Sejumlah saksi mata melaporkan situasi yang mencekam, dengan suara ledakan keras, asap tebal membumbung, serta kerusakan bangunan di beberapa lokasi. Kendaraan di jalan pun saling membunyikan klakson dalam upaya menghindari area berbahaya.
Infrastruktur Rusak dan Korban Berjatuhan
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan, termasuk gedung-gedung yang terbakar dan kendaraan yang hancur. Salah satu titik terdampak parah berada di kawasan jalan utama Beirut, di mana dampak ledakan terlihat luas.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban jiwa mencapai puluhan orang, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Serangan Meluas ke Wilayah Selatan dan Timur Lebanon
Selain Beirut, militer Israel juga menargetkan wilayah pinggiran selatan dan bagian selatan Lebanon yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah. Serangan juga dilaporkan terjadi di wilayah timur negara tersebut.
Sebelum operasi dilakukan, pihak Israel sempat mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga di beberapa area yang menjadi target. Meski demikian, banyak warga tetap terdampak akibat intensitas serangan yang tinggi.
Gencatan Senjata Tak Berlaku untuk Lebanon
Di tengah situasi ini, kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran tidak mencakup konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer terhadap Hizbullah akan terus berlanjut demi menghilangkan ancaman terhadap wilayah utara Israel.
Eskalasi Konflik Picu Kekhawatiran Global
Serangan besar-besaran ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya sudah memanas akibat konflik antara Iran dan Israel. Situasi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional.
Pemerintah Israel menyatakan operasi ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk menekan kekuatan Hizbullah yang didukung Iran. Sementara itu, kondisi di Lebanon semakin memburuk dengan meningkatnya jumlah korban dan kerusakan infrastruktur.
Situasi Kemanusiaan Semakin Mengkhawatirkan
Dengan banyaknya korban jiwa dan luka-luka, serta kerusakan fasilitas publik, kondisi kemanusiaan di Lebanon menjadi perhatian dunia. Serangan yang terus berlanjut dikhawatirkan akan memperparah krisis dan memicu gelombang pengungsian baru.
Perkembangan konflik ini masih terus dipantau oleh komunitas internasional yang mendorong upaya penghentian kekerasan dan penyelesaian melalui jalur diplomasi.








