Nextgenindonesia.id – Kemampuan rudal Iran dalam beberapa waktu terakhir menarik perhatian banyak pihak. Serangan yang dinilai lebih presisi dibandingkan konflik sebelumnya memunculkan dugaan bahwa Iran memanfaatkan teknologi navigasi satelit canggih milik China.
Mantan pejabat intelijen Prancis, Alain Juillet, menyebut peningkatan akurasi tersebut sebagai sesuatu yang tidak biasa dan menimbulkan pertanyaan terkait sistem pemandu yang digunakan Iran.
Dugaan Penggunaan Sistem Navigasi BeiDou
Salah satu dugaan kuat adalah penggunaan BeiDou Navigation Satellite System (BDS), yang merupakan pesaing utama GPS milik Amerika Serikat.
Alternatif Selain GPS Amerika Serikat
Sebelumnya, Iran diketahui banyak mengandalkan sistem Global Positioning System. Namun, sistem tersebut dapat dibatasi atau diganggu oleh Amerika Serikat dalam kondisi tertentu.
Sebaliknya, jika Iran benar menggunakan BeiDou, maka sistem tersebut jauh lebih sulit untuk diintervensi oleh pihak luar, termasuk AS.
Mengenal Sistem Satelit BeiDou
BeiDou resmi diluncurkan secara global pada tahun 2020 oleh Presiden China, Xi Jinping.
Keunggulan dan Jumlah Satelit
Dibandingkan GPS yang memiliki sekitar 24 satelit, sistem BeiDou didukung oleh lebih banyak satelit, yakni sekitar 45 unit. Hal ini memberikan cakupan dan akurasi yang lebih tinggi dalam penentuan posisi.
Selain BeiDou dan GPS, terdapat juga sistem navigasi global lain seperti GLONASS milik Rusia dan Galileo dari Uni Eropa.
Tingkat Akurasi yang Tinggi
Untuk penggunaan umum, akurasi BeiDou berada di kisaran 5–10 meter. Namun, untuk penggunaan khusus seperti militer, tingkat presisinya bisa jauh lebih tinggi bahkan mendekati di bawah satu meter.
Kemungkinan Integrasi Teknologi China oleh Iran
Meski belum ada konfirmasi resmi dari Teheran, sejumlah analis menilai Iran kemungkinan sudah lama mengintegrasikan sistem ini.
Kerja Sama Iran dan China
Peneliti hubungan internasional, Theo Nencini, mengungkapkan bahwa Iran telah menjalin kerja sama dengan China sejak 2015 untuk mengadopsi BeiDou ke dalam sistem militernya.
Proses ini disebut semakin cepat setelah penandatanganan kemitraan strategis antara kedua negara pada 2021.
Dampak Teknologi BeiDou terhadap Militer Iran
Penggunaan BeiDou diyakini membawa perubahan signifikan terhadap kemampuan militer Iran.
Presisi Lebih Tinggi dan Sulit Diganggu
Dengan sistem ini, rudal Iran dapat diarahkan dengan lebih akurat, bahkan memungkinkan penyesuaian arah secara real-time jika target bergerak.
Selain itu, sinyal militer BeiDou dinilai lebih tahan terhadap gangguan atau pengacakan yang biasa digunakan dalam peperangan modern.
Kontrol Jarak Jauh Lebih Efektif
Teknologi ini juga memungkinkan komunikasi dengan rudal atau drone hingga jarak sekitar 2.000 kilometer. Hal ini membuka kemungkinan pengendalian ulang setelah peluncuran.
Implikasi terhadap Konflik di Timur Tengah
Peningkatan kemampuan ini berpotensi mengubah dinamika konflik di kawasan Timur Tengah.
Dengan teknologi navigasi yang lebih canggih, Iran dinilai mampu meningkatkan efektivitas serangan, sekaligus menantang sistem pertahanan yang selama ini digunakan oleh lawan-lawannya seperti Israel dan Amerika Serikat.










