Nextgenindonesia.id – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Riau. Sebidang lahan di Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti, dilalap api pada Sabtu sore, 14 Februari 2026. Berkat laporan cepat warga melalui layanan darurat 110, aparat gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Setelah menerima laporan, personel Polres Kepulauan Meranti bersama unsur TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan upaya pemadaman guna mencegah api meluas.
Puluhan Personel Gabungan Dikerahkan ke Lokasi
Pemadaman Terkendala Minimnya Sumber Air
Sebanyak 41 personel diterjunkan dalam operasi penanganan kebakaran tersebut. Mereka terdiri dari anggota Polri, personel TNI, petugas BPBD, perangkat desa, serta anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Insit.
Petugas menggunakan mesin mini strike dan selang pemadam untuk menjinakkan kobaran api. Namun, proses pemadaman sempat mengalami hambatan akibat keterbatasan sumber air di sekitar area lahan yang terbakar.
Meski demikian, berkat kerja sama lintas sektor, api akhirnya berhasil dikendalikan setelah beberapa jam upaya pemadaman.
Api Berhasil Dipadamkan, Petugas Tetap Siaga
Polisi Imbau Warga Tidak Membakar Lahan
Kapolres Kepulauan Meranti, Aldi Alfa Faroqi, menyampaikan bahwa kebakaran lahan tersebut diduga dipicu oleh kombinasi faktor alam dan ulah manusia.
“Kebakaran hutan dan lahan ini diduga akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar, ditambah kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. Meski kondisi dinyatakan aman dan terkendali, asap tipis masih terpantau di lokasi sehingga personel gabungan tetap melakukan pemantauan guna mencegah potensi api muncul kembali.
Lokasi kebakaran tercatat berada di titik koordinat 0.9774 Lintang Utara dan 102.67596 Bujur Timur. Hingga kini, situasi di area bekas kebakaran dinyatakan kondusif.
Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Warga juga diimbau segera melaporkan melalui layanan 110 apabila menemukan tanda-tanda kebakaran, demi mencegah terjadinya bencana yang lebih luas.










