Nextgenindonesia.id – Suasana duka menyelimuti lingkungan Kampung Rawa Bungur, RT 003/003, Desa Bojongtugu, Kecamatan Curugkembar. Seorang remaja perempuan berusia 19 tahun berinisial F ditemukan meninggal dunia di rumah milik ibunya pada Jumat malam, 13 Februari 2026.
Kabar tersebut dengan cepat menyebar dan membuat warga setempat terkejut, mengingat korban dikenal aktif dalam pergaulan dan jarang menutup diri dari lingkungan sekitar.
Warga Curiga Rumah Korban Sepi Sejak Sore Hari
Kecurigaan warga mulai muncul ketika rumah yang selama ini ditempati F terlihat tidak beraktivitas. Tirai jendela tertutup rapat dan tidak ada tanda-tanda keberadaan penghuni sejak sore hari.
Upaya menghubungi korban melalui telepon tidak membuahkan hasil. Atas saran pihak keluarga, warga akhirnya berinisiatif memeriksa kondisi rumah secara langsung.
Korban Ditemukan dalam Kondisi Tergantung
Sekitar pukul 19.30 WIB, warga membuka paksa jendela kamar dan mendapati korban telah meninggal dunia. Tubuh korban ditemukan tergantung pada bagian kayu loster pintu yang berada di antara ruang tamu dan ruang makan.
Seorang perangkat desa setempat menyampaikan bahwa penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Korban Tinggal Sendiri, Orang Tua Bekerja di Luar Negeri
Diketahui, F tinggal seorang diri di rumah tersebut. Ibunya bekerja sebagai buruh migran Indonesia (BMI) di luar negeri selama kurang lebih delapan bulan terakhir. Sementara ayahnya juga bekerja di luar negeri setelah kedua orang tua korban berpisah.
Korban yang belum menikah dan merupakan anak tunggal dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul.
Warga Tak Menyangka Kejadian Tragis Ini Terjadi
Menurut keterangan warga, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dari perilaku korban sebelumnya.
“Korban dikenal ceria dan punya banyak teman. Kejadian ini benar-benar di luar dugaan kami,” ujar salah satu perangkat desa.
Keterangan Polisi: Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Pihak kepolisian membenarkan peristiwa tersebut. Kanit Reskrim Polsek Curugkembar, Aipda Cecep Pendi R, menyatakan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan unsur kekerasan lain pada tubuh korban.
Keluarga Menolak Autopsi
“Hanya ditemukan bekas jeratan di bagian leher. Tidak ada tanda penganiayaan lainnya. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah membuat surat penolakan autopsi,” jelas Aipda Cecep.
Jenazah korban dimakamkan di TPU Rawa Bungur pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026, dengan diiringi rasa duka mendalam dari keluarga dan masyarakat sekitar.










