Nextgenindonesia.id – Seorang pria yang dikenal sebagai preman di wilayah Garut, Jawa Barat, sempat membuat heboh setelah mengancam akan membunuh Kapolsek dan camat setempat. Ancaman itu muncul karena pelaku merasa tersinggung usai ditegur saat kedapatan makan di siang hari pada bulan Ramadan atau mokel.
Pria tersebut diketahui bernama Tio alias Tito Kobra. Ia sempat melontarkan ancaman kepada Kapolsek Pakenjeng, Iptu Muslih Hidayat, serta Camat Pakenjeng, Deni Sugiana.
Berawal dari Teguran Saat Kedapatan Mokel
Insiden ini bermula sekitar sepuluh hari sebelum kejadian ancaman tersebut. Saat itu, Kapolsek bersama aparat menemukan sekelompok orang yang sedang makan dan minum di siang hari saat Ramadan di area perkebunan.
Kapolsek Beri Sanksi Push Up
Menurut penjelasan Muslih, saat itu ia menemukan beberapa sepeda motor terparkir di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Pakenjeng. Setelah diperiksa, ternyata ada delapan orang yang sedang makan dan minum di lokasi tersebut.
Sebagai bentuk pembinaan, mereka yang tidak menjalankan puasa diminta melakukan push up. Tindakan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban selama bulan Ramadan sesuai imbauan pemerintah daerah.
Tito Kobra Datangi Kapolsek Saat Bagi Takjil
Peristiwa memanas terjadi pada Jumat sore ketika Kapolsek sedang membagikan takjil bersama para pemuda dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Pakenjeng.
Ancaman Dilontarkan di Depan Umum
Saat kegiatan berlangsung, Tito Kobra tiba-tiba mendatangi Muslih untuk mempertanyakan tindakan yang dilakukan sebelumnya.
Awalnya ia hanya memprotes alasan peneguran tersebut. Namun situasi berubah ketika Tito mulai memaki dan akhirnya mengeluarkan ancaman akan membunuh Kapolsek dan Camat Pakenjeng.
Kapolsek Langsung Mengamankan Pelaku
Mendengar ancaman tersebut, Kapolsek langsung mengambil tindakan tegas dengan menahan Tito yang saat itu hendak meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.
Terjadi Pergulatan yang Terekam Video
Saat hendak dibawa ke kantor polisi, Tito melakukan perlawanan sehingga terjadi aksi saling tarik dan pergulatan. Insiden tersebut sempat direkam dan videonya kemudian menyebar luas di media sosial.
Dalam situasi tersebut, Muslih juga terlihat menenangkan warga yang sempat emosi dan hendak memukuli pelaku.
Kasus Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Meski sempat diancam, Kapolsek memilih menyelesaikan persoalan ini secara damai tanpa melanjutkan proses hukum.
Tito Kobra Akhirnya Minta Maaf
Tito Kobra akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Kapolsek serta melalui kepala desa tempat ia tinggal.
Kapolsek Muslih pun memutuskan untuk memaafkan pelaku dengan harapan yang bersangkutan dapat memperbaiki sikapnya. Padahal secara hukum, pelaku berpotensi dikenakan sanksi pidana atas perbuatannya yang dianggap melawan petugas dan dugaan kepemilikan senjata tajam.










