Nextgenindonesia.id – Kepolisian dari Polsek Gunungputri merilis identitas serta foto seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan seorang guru sekolah dasar asal Depok, Jawa Barat. Pria tersebut diketahui bernama Muhammad Syamsun Al Ghozi (27) dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Korban dalam kasus ini adalah Arifianti (41), seorang guru SD yang jasadnya ditemukan di wilayah Gunungputri pada Desember 2025.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pelaku lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 16 Februari 1999. Polisi mengungkapkan bahwa alamat terakhir yang diketahui dari pelaku berada di kawasan Sukmajaya, Depok.
Kapolsek Gunungputri, Aulia Robby, membenarkan bahwa pria tersebut telah resmi ditetapkan sebagai buronan dalam kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan yang berprofesi sebagai guru.
Polisi Jerat Pelaku dengan Pasal Pembunuhan
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa Muhammad Syamsun Al Ghozi diduga melakukan tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Kasus ini diproses berdasarkan ketentuan dalam Pasal 459 KUHP serta Pasal 466 ayat 3 KUHP. Penetapan status buron terhadap pelaku tercatat dengan nomor DPO/10 II/RES.1.7./2026/Reskrim.
Polisi juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku untuk segera melapor kepada pihak berwajib melalui kantor Polsek Gunungputri atau menghubungi layanan darurat kepolisian di nomor 110.
Korban Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan
Diduga Memiliki Hubungan Dekat dengan Korban
Kasus ini bermula ketika warga menemukan jasad seorang wanita di pinggir jalan wilayah Gunungputri pada 6 Desember 2025. Korban diketahui adalah Arifianti, seorang guru yang bekerja di Depok.
Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi mengenakan jas hujan berwarna biru dengan kedua tangan terikat. Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat sejumlah luka pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan.
Polisi Dalami Hubungan Pelaku dan Korban
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga pelaku memiliki hubungan dekat dengan korban. Bahkan, dugaan sementara menyebutkan bahwa keduanya kemungkinan memiliki hubungan pribadi.
Hingga kini aparat kepolisian masih terus melakukan pencarian terhadap pelaku yang telah buron selama sekitar tiga bulan sejak kejadian tersebut. Polisi juga terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap secara lengkap motif di balik pembunuhan tersebut.










