Nextgenindonesia.id – Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan para ulama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dalam acara buka puasa bersama di Istana Merdeka, Jakarta. Agenda tersebut berlangsung secara tertutup dan berlangsung sekitar tiga jam.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa diskusi dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.
Ratusan Pimpinan Ormas Islam Hadiri Undangan
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menjelaskan bahwa pertemuan tersebut dihadiri oleh sekitar 158 pimpinan ormas Islam yang mewakili 86 organisasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain pimpinan organisasi, sejumlah tokoh agama serta pengasuh pondok pesantren juga turut hadir dalam acara tersebut.
Habib Rizieq Diundang Namun Tidak Hadir
Dalam kesempatan itu, pemerintah juga mengundang Rizieq Shihab. Namun tokoh tersebut tidak dapat menghadiri acara dan diwakili oleh dua menantunya.
Diwakili oleh Keluarga
Kehadiran Rizieq digantikan oleh Habib Hanif Al-Attas dan Habib Muhammad, yang hadir mewakili dalam forum silaturahmi tersebut.
Diskusi Membahas Geopolitik Global dan Kondisi Indonesia
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah isu penting kepada para ulama dan pimpinan ormas Islam.
Dampak Konflik Timur Tengah Jadi Sorotan
Salah satu topik yang dibahas adalah situasi geopolitik dan geoekonomi global, terutama perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah seperti kondisi di Gaza dan Palestina, serta ketegangan yang muncul setelah serangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Presiden juga menjelaskan potensi dampak dari situasi global tersebut terhadap stabilitas Indonesia.
Pembahasan Kondisi Ekonomi dan Sosial Nasional
Selain isu internasional, pertemuan itu juga membicarakan kondisi ekonomi dan sosial yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.
Para tokoh agama yang hadir menyampaikan dukungan untuk menjaga komunikasi yang erat dengan pemerintah dalam menghadapi dinamika global dan nasional.
Tokoh Nasional dan Ulama Terkemuka Turut Hadir
Sejumlah pejabat negara juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator PMK Muhaimin Iskandar, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sementara dari kalangan ulama hadir Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Iskandar, Rais Aam Nahdlatul Ulama Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, serta sejumlah pimpinan pesantren ternama di Indonesia.
Pertemuan ini menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah dan tokoh-tokoh Islam untuk memperkuat komunikasi serta menjaga persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan global maupun nasional.










