
Nextgenindonesia.id – Seorang mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Banyumas, berinisial D, dilaporkan menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah rekannya pada pertengahan April 2026. Insiden tersebut disebut berkaitan dengan dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan dirinya.
Pihak kampus melalui juru bicara, Dr. Dian Bestari, membenarkan adanya peristiwa tersebut berdasarkan informasi dari korban dan keluarga.

Diduga Dipicu Laporan Kekerasan Seksual
Kaitan dengan Satgas PPK
Menurut keterangan pihak kampus, dugaan penganiayaan tersebut tidak berdiri sendiri. Peristiwa ini diduga berhubungan dengan laporan kekerasan seksual yang sebelumnya dilaporkan ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK).
Kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh pihak terkait untuk memastikan fakta yang sebenarnya.
Kampus Bantah Ada Intimidasi
Pihak Unsoed menegaskan tidak ada tekanan atau intimidasi terhadap pihak korban. Kampus justru mendorong mahasiswa untuk melaporkan setiap dugaan kekerasan seksual melalui mekanisme resmi yang tersedia.
Dua Mahasiswi Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual
Didampingi Satgas PPK
Setelah insiden penganiayaan, dua mahasiswi yang diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh D melaporkan kasus tersebut ke Polresta Banyumas. Pelaporan dilakukan dengan pendampingan dari tim Satgas PPK Unsoed.
Langkah ini diambil untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan memberikan perlindungan kepada korban.
Penanganan oleh Unit Terkait
Kasus dugaan kekerasan seksual tersebut akan ditangani oleh unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) di kepolisian setempat.
Kronologi Dugaan Penganiayaan
Berawal di Gedung Sekretariat
Menurut pengakuan D, kejadian bermula saat dirinya berada di gedung sekretariat kampus pada malam hari, 14 April 2026. Tiba-tiba, beberapa orang datang dalam kondisi emosi dan salah satunya membawa senjata tajam.
Dalam situasi tersebut, D mengaku dipaksa ikut ke lokasi lain setelah telepon genggamnya diambil.
Proses Hukum Masih Berjalan
Polisi Dalami Keterkaitan Kasus
Pihak kepolisian masih mendalami keterkaitan antara laporan penganiayaan dan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan D. Semua informasi yang ada saat ini masih dalam tahap penyelidikan awal.
Imbauan untuk Berani Melapor
Kampus mengajak seluruh mahasiswa agar tidak ragu melaporkan jika mengalami atau mengetahui indikasi kekerasan seksual di lingkungan akademik. Pelaporan diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan kondusif.








