Nextgenindonesia.id – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menilai Amerika Serikat tidak menunjukkan konsistensi dalam menjalankan komitmen diplomatik terkait perundingan damai yang dimediasi Pakistan.
Dalam percakapan telepon dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, Araghchi menyebut sikap Washington kerap menjadi hambatan dalam proses negosiasi.
Menurutnya, Iran tetap memilih jalur diplomasi meskipun memiliki pengalaman panjang terkait kegagalan komitmen dari pihak AS.
Tuduhan Tuntutan Maksimalis dari Washington
Araghchi mengatakan pemerintah AS beberapa kali mengajukan syarat yang dinilai berlebihan dalam proses pembicaraan dengan Teheran.
Program Nuklir dan Rudal Jadi Sorotan
Iran menilai Washington kerap menekan Teheran agar menghentikan program nuklir serta melakukan peninjauan terhadap program rudal balistiknya.
Selain itu, Araghchi juga menyinggung adanya perubahan sikap dan posisi AS yang dinilai kontradiktif selama proses negosiasi berlangsung.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa serangan yang dilancarkan AS bersama Israel terhadap Iran pada Juni 2025 dan Februari 2026 terjadi di tengah upaya diplomasi yang masih berjalan.
Iran Tetap Pilih Jalur Diplomasi
Meski mengaku memiliki tingkat ketidakpercayaan tinggi terhadap AS, pemerintah Iran menegaskan tetap berkomitmen mencari solusi damai melalui dialog.
Iran Ingin Hasil Negosiasi yang Adil
Araghchi menyatakan Teheran terus menjalankan pendekatan diplomatik secara serius dan bertanggung jawab demi mencapai kesepakatan yang dianggap adil bagi semua pihak.
Di sisi lain, Antonio Guterres kembali menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan negara serta menghindari penggunaan kekerasan dalam penyelesaian konflik internasional.
Sekjen PBB itu juga menyerukan agar seluruh pihak mematuhi prinsip Piagam PBB dan mengutamakan diplomasi demi menjaga stabilitas kawasan.
Pakistan Terus Dorong Upaya Perdamaian
Panglima militer Pakistan, Asim Munir, diketahui melakukan kunjungan ke Teheran pada Jumat (22/5/2026) untuk bertemu Abbas Araghchi.
Bahas Pencegahan Eskalasi Konflik
Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah diplomatik terbaru guna mencegah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan perbedaan antara Iran dan AS masih cukup besar sehingga belum dapat dipastikan apakah kesepakatan damai akan segera tercapai.
Meski demikian, Iran menilai kunjungan pejabat tinggi Pakistan menunjukkan adanya perkembangan penting dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung.










