Nextgenindonesia.id – Tim penasihat hukum komika Pandji Pragiwaksono mengungkap fakta baru terkait barang bukti yang digunakan penyidik dalam proses pemeriksaan kliennya. Menurut kuasa hukum Pandji, Haris Azhar, materi yang diperlihatkan bukanlah rekaman penuh pertunjukan stand-up bertajuk Mens Rea dari Netflix, melainkan potongan video yang beredar di media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Haris setelah mendampingi Pandji menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa penyidik hanya memperlihatkan cuplikan pendek yang berasal dari tautan media sosial, termasuk dari platform TikTok, bukan video lengkap berdurasi lebih dari dua jam.
“Yang ditunjukkan ke Pandji hanya klip-klip pendek, bahkan ada yang berupa link dari akun TikTok. Bukan versi penuh pertunjukan,” ujar Haris kepada wartawan.
Asal Usul Alat Bukti Belum Dijelaskan Penyidik
Kuasa Hukum Pertanyakan Sumber Video
Meski demikian, Haris mengaku pihaknya tidak mendapatkan kejelasan mengenai sumber video yang dijadikan alat bukti. Ia mengatakan belum bisa memastikan apakah potongan tersebut berasal dari pelapor atau dikumpulkan dari sumber lain.
“Kami tidak menerima informasi soal asal-usul video itu, jadi kami tidak bisa menyimpulkan apakah datang dari pelapor atau pihak lain,” katanya.
Locus dan Tempus Perkara Dinilai Janggal
Rentang Waktu Peristiwa Dianggap Tidak Masuk Akal
Selain soal barang bukti, Haris juga menyoroti penetapan lokasi dan waktu kejadian yang disampaikan penyidik. Dalam berkas pemeriksaan, lokasi perkara disebut berada di wilayah Kelurahan Gelora, yang diduga mengacu pada kawasan Senayan.
Yang membuat heran, lanjut Haris, adalah rentang waktu kejadian yang dicatat dari 30 Agustus hingga 7 Januari. Padahal, pertunjukan berlangsung hanya satu hari dan panggung telah dibongkar keesokan harinya.
“Saya agak bingung karena durasi waktunya panjang sekali, padahal acaranya cuma sehari. Bahkan besoknya panggung sudah tidak ada,” ucapnya.
Ia menduga penulisan waktu tersebut berkaitan dengan area lokasi kegiatan, namun tetap menilai hal itu perlu penjelasan lebih lanjut.
Masih Belum Jelas: Pertunjukan Langsung atau Penyebaran Video
Haris juga mempertanyakan fokus perkara yang dipersoalkan aparat, apakah terkait penampilan langsung di atas panggung atau penyebaran potongan video di ruang digital. Hal ini penting karena berkaitan dengan pasal-pasal yang digunakan, mulai dari dugaan penistaan hingga distribusi konten.
Ia menambahkan, Pandji berharap kepolisian dapat bersikap objektif dan membantu meluruskan berbagai asumsi negatif yang berkembang di masyarakat.
“Pandji berharap proses ini bisa sekaligus menjadi ruang klarifikasi, agar tudingan-tudingan buruk terhadap dirinya bisa dijernihkan,” tutup Haris.










