Nextgenindonesia.id – Tragedi kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas tol KM 290 wilayah Tegal, Jawa Tengah, pada Kamis pagi (19/3/2026). Insiden ini merenggut nyawa satu keluarga yang tengah dalam perjalanan mudik.
Korban terdiri dari lima orang, yakni Gunawan (42), istrinya Devi Agustina (33), serta tiga anak mereka: Narendra Dewan Gaozan (9), Nafisah Maisaroh (11), dan Nurel Arshaka Sachio (3). Seluruh jenazah dimakamkan di TPU Bulu, Petarukan, Pemalang.
Kecelakaan terjadi saat kendaraan yang dikemudikan Gunawan menabrak bagian belakang sebuah bus yang sedang berhenti di bahu jalan. Dua korban meninggal di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Pesan Terakhir yang Kini Jadi Kenangan
Ayah Gunawan, Tahlani (67), mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, anaknya sempat meminta dirinya untuk pulang kampung ke Pemalang.
Permintaan tersebut disampaikan tanpa alasan yang jelas, namun diulang dengan nada seolah mendesak. Kini, ucapan itu menjadi kenangan terakhir yang terus diingat keluarga.
Permintaan Pulang Kampung Tanpa Alasan Jelas
Menurut Tahlani, Gunawan sempat berkata agar dirinya tetap pulang kampung, apa pun keadaannya. Saat itu, ia yang merantau di Batam belum memastikan akan mudik Lebaran.
Namun setelah menerima kabar duka, ia langsung memutuskan pulang ke kampung halaman. Ia tiba dini hari dan harus menghadapi kenyataan pahit melihat seluruh anggota keluarga anaknya telah meninggal.
Firasat Keluarga Sebelum Kejadian
Sebelum peristiwa tragis tersebut, salah satu anggota keluarga sempat merasakan firasat aneh. Ia mengaku melihat suasana rumah seperti ramai dan meminta agar dibersihkan, meski tidak memahami maknanya saat itu.
Sosok Gunawan di Mata Keluarga
Pribadi Bertanggung Jawab dan Dermawan
Gunawan dikenal sebagai sosok pekerja keras yang berprofesi sebagai mandor di sebuah perusahaan di Jakarta. Di mata keluarga, ia adalah pribadi yang baik, patuh kepada orang tua, dan gemar berbagi kepada sesama.
Setiap tahun, ia selalu menyempatkan diri untuk pulang kampung saat Lebaran demi berkumpul dengan keluarga besar.
Dimakamkan di Kampung Halaman
Meski secara administrasi berdomisili di Bekasi, keluarga sepakat untuk memakamkan Gunawan beserta istri dan anak-anaknya di kampung halaman di Pemalang. Keputusan ini diambil karena lokasi kejadian yang lebih dekat dengan kampung asal.
Suasana Haru Iringi Pemakaman
Prosesi pemakaman berlangsung penuh duka. Ratusan pelayat mengantar lima jenazah secara bersamaan menuju tempat peristirahatan terakhir. Tangis keluarga pecah saat satu per satu jenazah dimakamkan.
Meski diliputi kesedihan mendalam, keluarga berusaha menerima takdir tersebut dengan ikhlas. Kehilangan lima anggota keluarga sekaligus menjadi pukulan berat yang tak mudah dilupakan.










