Kecelakaan melibatkan kereta api kembali terjadi di Blitar. Kali ini, Kereta Api Dhoho jurusan Blitar–Surabaya menabrak sebuah dump truk yang berhenti di perlintasan rel di kawasan Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan.
Peristiwa tersebut menyebabkan perjalanan kereta sempat terhenti sementara. Beberapa penumpang bahkan turun dari gerbong untuk memastikan kondisi di lokasi kejadian.
Kronologi Tabrakan
Truk Diduga Mati Mesin di Perlintasan
Berdasarkan informasi di lapangan, KA Dhoho awalnya berangkat dari Stasiun Blitar dengan rute menuju Malang hingga Surabaya. Saat melintas di perlintasan JPL 190, kereta mendapati sebuah truk berada tepat di jalur rel.
Dump truk bermuatan pasir itu disebut mengalami gangguan mesin secara tiba-tiba saat palang pintu kereta sudah mulai ditutup. Dalam kondisi tersebut, kendaraan tidak sempat dipindahkan hingga akhirnya tertabrak kereta.
Benturan pun tak terhindarkan dan menghantam bagian depan truk hingga mengalami kerusakan cukup parah.
Kondisi Sopir dan Penumpang
Pengemudi Berhasil Menyelamatkan Diri
Pengemudi truk berinisial AG (39) bersama kernetnya MNE (24), yang diketahui berasal dari Kediri, berhasil keluar dari kendaraan sebelum tabrakan terjadi. Keduanya dilaporkan selamat dari insiden tersebut.
Sementara itu, tidak ada laporan korban jiwa dari pihak penumpang kereta. Namun, situasi sempat menimbulkan kepanikan sebelum akhirnya kondisi dapat dikendalikan.
Dampak terhadap Perjalanan Kereta
KA Dhoho Mundur ke Stasiun
Akibat kejadian ini, KA Dhoho tidak dapat langsung melanjutkan perjalanan. Kereta terpaksa mundur kembali ke stasiun awal untuk dilakukan pengecekan serta penggantian rangkaian sebelum beroperasi kembali.
Rekayasa Lalu Lintas
Arus Kendaraan Dialihkan Sementara
Untuk menghindari kemacetan di sekitar lokasi, petugas melakukan pengalihan arus lalu lintas. Kendaraan dari arah Malang menuju Blitar dialihkan melalui Jalan Sudanco Supriadi.
Sedangkan kendaraan dari arah Blitar menuju Kediri dan Malang diarahkan melewati jalur selatan, yakni melalui Jalan Bali di kawasan Karangtengah.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di perlintasan sebidang, terutama saat palang pintu kereta mulai ditutup.










