Nextgenindonesia.id – Mantan Perdana Menteri Nepal, KP Sharma Oli, diamankan aparat kepolisian atas dugaan keterlibatan dalam penanganan keras terhadap aksi demonstrasi yang terjadi tahun lalu. Dalam kasus yang sama, mantan Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak juga ikut ditangkap.
Menurut keterangan kepolisian setempat, keduanya diamankan untuk menjalani proses penyelidikan terkait peristiwa demonstrasi yang berlangsung pada September 2025.
Proses Hukum Mulai Berjalan
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penangkapan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kasus ini kini memasuki tahap investigasi lebih lanjut untuk mengungkap peran masing-masing pihak.
Latar Belakang Kerusuhan Demonstrasi
Peristiwa yang menjadi dasar penyelidikan ini terjadi pada 8–9 September 2025.
Dipicu Kebijakan Pemerintah
Aksi unjuk rasa tersebut awalnya dipicu oleh kebijakan pembatasan media sosial yang menimbulkan kemarahan publik. Ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga memperparah situasi hingga berujung kerusuhan.
Demonstrasi meluas ke berbagai wilayah dan berujung pada pembakaran gedung-gedung pemerintah, termasuk parlemen. Sedikitnya puluhan orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Rekomendasi Penuntutan dari Komisi Investigasi
Sebuah komisi penyelidikan yang dibentuk pemerintah merekomendasikan agar sejumlah pejabat, termasuk Oli, diproses secara hukum.
Dugaan Kelalaian Aparat
Dalam laporan tersebut disebutkan tidak ditemukan bukti adanya perintah langsung untuk menembak massa. Namun, aparat dinilai gagal mencegah dan mengendalikan kekerasan, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, termasuk anak di bawah umur.
Pemerintahan Baru dan Komitmen Penegakan Hukum
Penangkapan ini terjadi tidak lama setelah pemerintahan baru di bawah Balendra Shah resmi dilantik.
Tegaskan Tidak Ada yang Kebal Hukum
Menteri Dalam Negeri yang baru, Sudan Gurung, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menegakkan keadilan, bukan tindakan balas dendam politik.
Ia menyatakan bahwa semua pihak akan diproses sesuai hukum tanpa pengecualian.
Bantahan dan Reaksi Politik
KP Sharma Oli membantah keterlibatannya dalam perintah penggunaan kekerasan terhadap demonstran.
Partai Serukan Aksi Protes
Partai CPN-UML yang dipimpin Oli mengecam penangkapan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah bermuatan politik. Mereka bahkan menyerukan aksi protes sebagai bentuk penolakan.










